Universitas Brawijaya (UB) menjadi tuan rumah penyelenggaraan 10th SEA-Teacher Evaluation Meeting yang berlangsung pada 5–6 Agustus 2025 di Gedung Algoritma, Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB. Pertemuan tahunan ini dihadiri oleh 111 peserta luring dari Indonesia, Filipina, Thailand, Jepang, dan Kanada, serta 154 peserta daring yang terhubung dari berbagai negara anggota Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO).
Kegiatan yang dikenal sebagai forum strategis ini menjadi wadah evaluasi dan berbagi praktik baik dalam pelaksanaan program SEA-Teacher (Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia). Program tersebut merupakan inisiatif SEAMEO yang memberi kesempatan bagi mahasiswa calon guru dari negara-negara anggota untuk menjalani praktik mengajar lintas negara, memperluas wawasan budaya, dan meningkatkan kompetensi pedagogik di tingkat global.
Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya karena UB dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan penting ini. Ia menegaskan bahwa SEA-Teacher Project telah menjadi simbol nyata kerja sama pendidikan di kawasan Asia Tenggara, sekaligus menghubungkan para calon pendidik lintas negara dalam semangat persatuan dan keberagaman.

“SEA-Teacher merupakan sebuah asosiasi pendidik yang berada di bawah naungan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO), yang menaungi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi pendidikan guru melalui pertukaran mahasiswa calon guru lintas negara. Menjadi tuan rumah pertemuan evaluasi ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi Universitas Brawijaya, terlebih karena pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran di antara negara-negara anggota ASEAN. Alhamdulillah, pada tahun ini Indonesia melalui Universitas Brawijaya mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah, yang sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat peran UB dalam jejaring pendidikan internasional dan memperluas kontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan guru di kawasan,” ujarnya
Program ini telah membuktikan kemampuannya dalam membentuk calon guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran global dan kepekaan lintas budaya.
“Semangat keberagaman dan persatuan, sebagaimana filosofi Bhinneka Tunggal Ika, harus terus menjadi landasan kerja sama regional. Melalui kolaborasi ini, kita berupaya menumbuhkan generasi muda yang menjunjung tinggi perdamaian, saling menghargai, dan solidaritas kawasan,” tambah Rektor.

Acara resmi dibuka oleh Direktur SEAMEO Secretariat Datuk Dr. Habibah Abdul Rahim. Dalam opening remarks, ia memberikan apresiasi kepada UB atas dukungan penuh dan keramahtamahan yang ditunjukkan selama penyelenggaraan pertemuan. Ia menyebut, pada periode implementasi 2024–2025, program ini mencatatkan jumlah partisipasi tertinggi sepanjang sejarah, yakni 122 institusi dari empat negara: Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Lebih dari 1.300 sertifikat telah diberikan kepada koordinator, mahasiswa, dan peserta relevan lainnya pada tahun ini.

Pertemuan evaluasi ini bukan hanya menjadi ajang tinjauan capaian, tetapi juga menjadi momentum untuk merancang inovasi dan perbaikan demi keberlanjutan program di masa depan. Kami berharap diskusi, berbagi pengalaman, dan kegiatan kolaboratif selama dua hari ini mampu menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat pendidikan guru di kawasan,
Program SEA-Teacher memiliki beragam kegiatan utama, di antaranya praktik mengajar di sekolah mitra luar negeri, pelatihan pendidikan multikultural, community service, serta cultural immersion yang mengajak peserta terlibat langsung dalam budaya lokal negara tujuan. UB sendiri telah aktif menjadi mitra sejak 2019 dengan berbagai kontribusi, seperti mengirim mahasiswa untuk magang mengajar ke luar negeri dan menerima mahasiswa asing yang menjalani praktik mengajar di SMP Brawijaya Smart School.

Melalui pertemuan evaluasi ke-10 ini, UB bersama SEAMEO dan seluruh institusi mitra berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama pendidikan di kawasan. Hasil diskusi dan rekomendasi dari pertemuan ini diharapkan menjadi pendorong inovasi program SEA-Teacher sehingga mampu berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan guru, baik di tingkat regional maupun global.

